Mengenang keberhasilan hidup memang sungguh menyenangkan, hati bungah dan rasa yang salalu membara untuk mencapai keberhasilan yang lebih menjulang tingi. Namun apabila kesombongan yang tiba - tiba melesat, dan mengobrak abrik datangya semangat, yang ada hanya diam. Langkah sudah di hentikan, karena kesombongan meninggikan rasa kepuasan. Jadi,..Harus tidak mudah merasa puas?..yang ada rasa bersyukur menjadi berkurang. kalo sudah berkurang dan bahkan hilang, jadinya kenikmatan demi kenikmatan dari keberhasilan itu menjadi berkurang juga. Rasa puas dan nikmat dari sebuah keberhasilan yang telah di capai menjadi pudar. Ambisius tinggi akhirnya.,tapi tidak buruk juga seperti itu.,!..,Yang jelas hidup harus terkonsep dengan matang, mau mengikuti arus atau kukuh dengan pendirian, itu adlah konsepnya, kalau perlu di rapatkan dulu siang malam demi sebuah konsep super matang.
Perjalanan kehidupan Begitu polosnya seorang bayi manusia, tiada keraguan sedikitpun dala m m enepaki setiap langkah kehidupan. ia dilahirkan dari sebuah keluarga yang m endidiknya dengan begitu nya manya, pendidikan yang benar dan pastinya itu adalah jalur keluarganya, yang mereka anggap jalan itulah yang terbaik dan paling benar. Kedewasaan harus me maksa seorang anak manusia untuk menentukan arah. men e mpuh sebuah jalan kehidupanya sendiri. Sebuah jalan kehidupan yang kelak akan ia jadikan peta untuk keluarganya, dan juga anak - anaknya. Dan tentunya bukan selalu sebuah jalan lurus dengan aspal goreng yang tebal yang ia lalui, jalan berbatu dan berlubang adalah pe m andangan yang tidak jarang ia te mui. ataukah harus menghindari jalan berlubang.,?..atau mungkin menerjangya dengan keyakinan yang mantab dala m hati bahwa ia bisa melewatinya. Walaupun penuh cabang dala m perjalanan kehidupan, yang pasti ia akan ke mbali ke jalan yang akan menuju tujuan akhir da...
Komentar
Posting Komentar