Lembah baliem

13 tahun sudah meninggalkan wamena, terasa baru minggu lalu saja. Tempat yang asing buatku, tapi biar bagaimanapun juga Wamena adalah masa kecilku, wamena memberikan kenangan yang tak terlupakan.Indah dan sungguh eksotis memang tempat itu, bermain di semak - semak yang penuh dengan babi hutan menjadi hal yang biasa, kali wouma, jembatan gantung, jambatan gantung kuning, bandara wamena (tempat aku tersesat), megapura, walesi (tanjakanya esossstiss),dsb, sekarang kayak apa ya?.
Wesaput...ya itu tempat aku tinggal selama lebih dari 3 tahun di Wamena. Awalnya aku tinggal di sebuah kontrakan di barak merah dekat dengan bandara wamena, namun kata bapaku karena sering terjadi kejadian aneh maka kami sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Wesaput, sebuah kecamatan di pinggiran Wamena. Tahun 1996 Wesaput masih berupa pepohonan dan semak2, akses jalan menuju kecamatan tersebut hanya terdapat 1 jalan aspal berukuran kurang lebih 3 meter, namun jalan itu masih ada tembusanya jadi angkota masih bisa memalui jalur wesaput(depan rumah). Hal yang tak terlupakan di wesaput adalah buah murbeynya, dulu kami sering menyebutnya stroberi karena buahnya mirip stroberi. Buah arbey tumbuh di berbagai tempat di wesaput, ketika main tak lupa pasti mengecek pohon murbey yang biasanya berbuah paling banyak. Jembatan gantung, jembatan gantung wesaput terletak kurang lebh 5 km dari tempat kediamanku. Walaupun kelihatanya hanya 5 km, namun selama 5 km tersebut jalan yang dilalui adalah hutan belantara yang masih sangat perawan (tahun 1996), kalaupun harus menggunakan sepeda untuk menuju ke jembatan gantung, mending tidak usah saja (banyak anjing galak). Pengalaman ke jembatan gantung pertama kali di ajak oleh bapak. Waww,. rasa kagum dan ngeri, takut bercampur aduk jadi satu, betapa tidak!,.kali selebar 20 meter lebih dibuat jembatan yang hanya bertumpu pada 2 tali tambang yang di anyam dengan balok2 kayu, dan itupun di buat dengan ketinggian yang cukup untuk membuat orang pusing (klo takut krtinggian mungkin langsng loncat). Melewati jembatan gantung serasa naik ayunan yang super panjang dan dan besar, apalagi di ujung jalan juga ada orang yang akan menyebrang, wah berasa jembatanya mau ngelempar badan ni terbang.
Sepenggal kisahku di Wesaput, Wamena. Tak akan terlupakan dam tak mungkin di lupakan. kalau masih mampu, mungkin aku akan mengunjungimu lagi, Wamena..!!.,bersama kawan lama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

perjuanagn dan motivasi