MASA BODOH atau BERSYUKUR
Memberi tanpa ada rasa ingin kembali sedikitpun, mungkin itu bisa dikatakan ikhas. Menerima apa yang telah diperoleh tanpa berharap untuk memperoleh lebih, munkimn itu bisa dikatakan bersyukur. Dalam sebuah ayat Al - Quran telah dijelaskan bahwa
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat."(QS.ibrahim [14]:)
Kita sebagai manusia yang hidup karena kemurahan oleh Allah SWT, bukanlah sangat naif jika kita mengingkari pemerian yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Namun tiap individu tentunya telah memiliki kenikmatan dn seasuatu yang tellah diberikan oleh Allah SWT berbeda - beda antara individu yang satu dengan yang lainya. Perbedaan inilah yang terkadang membuat kita ara umat manusia menjadi merasa selalu kurang atas apa yang telah Allah SWT beerikan kepada kita, dan ujung - ujungnya muncul rasa kufur nikmat, iri dan dengki terhadap orang lain, dan yang paling parah merasa Allah SWT tidak adil, bukankah Allah itu maha adil. Adil seperti meletusnya gunung kelud, tidak ada sejenkalpun tanah yang terlewatkan abu semburan gunung di sekityarnya.
Mungkin kita mesti melakukan sesuatu hal yang bisa jadi itu membuat rasa iri dan dengki tadi bisa menghilang.
Bagaimana dengan sikap masabodoh? Secara bahasa masa bodoh adalah kata afektif untuk menyatakan tidak senang hati; terserahlah; sesukamulah:begini tidak mau, begitu tidak mau, –; tidak peduli apa-apa; tidak memperhatikan sama sekali; acuh tak acuh: tt pendidikan anaknya ia — saja;
bersikap — , pb tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain;. Secara arti menurut kamus bahasa Indonesia, arti kata masa bodoh diartikan dalam bentuk yang negatif, dan memang demikian. Namun kita tidak bisa memungkiri, dengan sikap masa bodoh tersebut, rasa iri dan dengki yangh sebel;umnya menjadi dasar kekufuran nikmat bisa di minimalisir. Dengan bersikap masa bodoh orang tidak ambil pusing dengan nasib orang lain baik orang lain itu dalam keadaan yang sedang kesusahan ataupun orang lain tersebut dalam keadaaan yang sangat strategis. dengan bersikap masa bodoh, orang akan selalu merasa cukup atas apa yng telah Allah berikan kepadanya.
Namun bersikap masa bodoh bukan solusi utama agar kita bisa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah pada kita. Karena dengan kita bersikap masa bodoh, maka kita sedang membuka gerbang penderitaan berkepanjangan. Bukan tentang harta, juga nikmat. tapi tentang sesuatu yang ada dalam pikiran kita.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat."(QS.ibrahim [14]:)
Kita sebagai manusia yang hidup karena kemurahan oleh Allah SWT, bukanlah sangat naif jika kita mengingkari pemerian yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Namun tiap individu tentunya telah memiliki kenikmatan dn seasuatu yang tellah diberikan oleh Allah SWT berbeda - beda antara individu yang satu dengan yang lainya. Perbedaan inilah yang terkadang membuat kita ara umat manusia menjadi merasa selalu kurang atas apa yang telah Allah SWT beerikan kepada kita, dan ujung - ujungnya muncul rasa kufur nikmat, iri dan dengki terhadap orang lain, dan yang paling parah merasa Allah SWT tidak adil, bukankah Allah itu maha adil. Adil seperti meletusnya gunung kelud, tidak ada sejenkalpun tanah yang terlewatkan abu semburan gunung di sekityarnya.
Mungkin kita mesti melakukan sesuatu hal yang bisa jadi itu membuat rasa iri dan dengki tadi bisa menghilang.
Bagaimana dengan sikap masabodoh? Secara bahasa masa bodoh adalah kata afektif untuk menyatakan tidak senang hati; terserahlah; sesukamulah:begini tidak mau, begitu tidak mau, –; tidak peduli apa-apa; tidak memperhatikan sama sekali; acuh tak acuh: tt pendidikan anaknya ia — saja;
bersikap — , pb tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain;. Secara arti menurut kamus bahasa Indonesia, arti kata masa bodoh diartikan dalam bentuk yang negatif, dan memang demikian. Namun kita tidak bisa memungkiri, dengan sikap masa bodoh tersebut, rasa iri dan dengki yangh sebel;umnya menjadi dasar kekufuran nikmat bisa di minimalisir. Dengan bersikap masa bodoh orang tidak ambil pusing dengan nasib orang lain baik orang lain itu dalam keadaan yang sedang kesusahan ataupun orang lain tersebut dalam keadaaan yang sangat strategis. dengan bersikap masa bodoh, orang akan selalu merasa cukup atas apa yng telah Allah berikan kepadanya.
Namun bersikap masa bodoh bukan solusi utama agar kita bisa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah pada kita. Karena dengan kita bersikap masa bodoh, maka kita sedang membuka gerbang penderitaan berkepanjangan. Bukan tentang harta, juga nikmat. tapi tentang sesuatu yang ada dalam pikiran kita.
Komentar
Posting Komentar