MERAPI
Kali ini terasa begitu berbeda. Aku masih ingat 3 tahun lalu, tepat di tempat ini terpampang jelas ketakutan yang menunpuk. untuk melirik keindahanmu saja aku tak kuasa. Mungkin waktu itu kau memang tengah benar-benar murka. hanya peluh yang dirasa, masih juga menunggu sebuah keindahan yang tak juga tercipta. Sudah banyak berubah kawan, dan memang seharusnya seperti itu. entah, apakah peta itu masih berlaku untuk ku. tapi yang jelas saat ini aku telah mencapai sebuah tempat yang sangat berbeda. apakah harus bangga? atau mungkin kecewa?, barangkali tidak keduanya. aku lebih setuju dengan takdir yang berbicara.
Biarkan saja kawan, kau juga sudah banyak berubah, mungkin jutaan pasang kaki dengan sepatu berlapis gerigi keras yang rajin mengunjungimu itu yang merubahmu?,Ah..mana mungkin. batu sebesar gajah saja mampu kau lemparkan. barangkali itu yang membuat ketakutan menumpuk dikeningku. Sekedar kekuatan besar yang mampu mencelakaiku. berarti yang aku takutkan adalah celaka. untuk 3 tahun yang lalu aku sependapat kawan. tapi, kali ini memang begitu berbeda. Kekuatanmu adalah semangat juangku, keindahanmu adalah pengobat peluh. kau memang sungguh luar biasa, kau adalah puncak keegoisan namun keperkasaan kesabaran juga ada pada puncakmu. entah apa orang menyebutnya, yang jelas ketakutanku saat ini bukan pada kekuatanmu, ataupun keindahanmu, namun pada sesuatu yang ada di balik itu semua. yaitu yang menciptakan kau, aku, dan juga mereka.
Kau selalu mengejutkan, Merapi.
Biarkan saja kawan, kau juga sudah banyak berubah, mungkin jutaan pasang kaki dengan sepatu berlapis gerigi keras yang rajin mengunjungimu itu yang merubahmu?,Ah..mana mungkin. batu sebesar gajah saja mampu kau lemparkan. barangkali itu yang membuat ketakutan menumpuk dikeningku. Sekedar kekuatan besar yang mampu mencelakaiku. berarti yang aku takutkan adalah celaka. untuk 3 tahun yang lalu aku sependapat kawan. tapi, kali ini memang begitu berbeda. Kekuatanmu adalah semangat juangku, keindahanmu adalah pengobat peluh. kau memang sungguh luar biasa, kau adalah puncak keegoisan namun keperkasaan kesabaran juga ada pada puncakmu. entah apa orang menyebutnya, yang jelas ketakutanku saat ini bukan pada kekuatanmu, ataupun keindahanmu, namun pada sesuatu yang ada di balik itu semua. yaitu yang menciptakan kau, aku, dan juga mereka.
Kau selalu mengejutkan, Merapi.
Komentar
Posting Komentar