17 Agustus 2013...di Sosogan
17 Agustus 2013 menjadi salah satu hari yang tak terlupakan oleh para pendduk Sosogan, Rejosarri, Gondangrejo, Karanganyar. Betapa tidak, hari itu bisa jadi sebuah hari yang bersejarah. karena sudah hampir 7 tahun lebih di kampung Sosogan tidak mengadakan lomba 17an Agustus dalam rangka ,e,peringati hari kemerdekaan yang biasanya sudah jadi hal wajib bagi masyarakat Indonesia untuk merayakanya.
Sosogan adalah sebuah kedukuhan yang bertempat di kelurahan Rejosari, kexcamatan Gondangrejo, Kabupaten Karangayar. Bersebelaha dengan kabupaten Sragen di bagian utara, Sosogan menjadi salah satu kedukuhan di kabupaten Karanganyar yang berada di ujung daerah kabupaten. Walaupun demikian Sosogan masih tetap bisa berkembang dengan perjuangan dan juga kekompakan dari para penduduk sosogan yang sangant harmonis.
17 Agustus 2013 dukuh Sosogan menjadi pusat perhatian oleh desa - desa sekitar. Pada hari itu terasa sangat ramai sekali sosogan, ramai oleh canda tawa riang oleh orang - orang yang sedang berkumpul di lapangan sosogan yang baru saja di renovasi oleh para pemuda sosogan. Lapangan denagn kapasitas 200.000 penonton ini akhirnya rampung pengerjaanya dengan menghabiskan biaya yang cukup vantastis, Rp 20000(tuku es batu ning ngone yasir). akhirnya masyarakat sosogan bisa menikmati lapangan ini.
Acara 17an ini digawangi oleh para pemuda dengan kualitas yang mumpuni di bidangnya masing - masing, sehingga acara mampu berjalan dengan sangat lancar. Diawali dengan persiapan lomba bakiak dan joget untuk bapak - bapak, lomba ini menjadi salah satu lomba yang sangat diminati oleh para bapak - bapak dan ibu - ibu. disamping mereka bisa mendapatkan hadiah jika menang, ini juga sebagai ajang mengeluarkan kreatifitas gerak tubuh yang selama ini terpendam. Dari pada ikut IMB mending ikut lomba joget "ungkap richard"(bukan nama sebenarnya). Tapi yang paling penting dari acara ini adalah semua bahagia...smile.
Setelah 3 hari berturt - turt tanpa henti tanpa jeda, dengan perjuangan yang tidak henti - henti. akhirnya acara 17an Agustus di kam[ung Sosogan ditutup dengan perayaan malam puncak. yaitu pembagian hadiah kepada para pemenang. Lagi - lagi Sosogan berhasil membuat geger desa- desa tetangga dengan kemeriahan acatra malam itu. Walau dengan biaya yang sangat minim tapi para pemuda dan pemudi Sosogan mampu untuk membuat sebuah acara yang masih kalah dengan acara sekelas olimpiade, AFC, Piala dunia dll.
Acara malam itu di isi oleh artis - artis dalam negeri. mereka saling beradu kemampuan mereka baik acting, tarik suara, bhkan beat box(tapi g jadi).Apresiasi yang sngat besar diberikan kepada para pemuda - pemudi yang terlibat dalam acara ini. selamat dan sukses untuk kalian semua.
Semoga ini bukan menjadi yang terakhir, tetapi sebagai langkah awal untuk mencapai keberhasilan yang lain dan lain dan lain dan lainya lagi.
17 Agustus 2013 menjadi salah satu hari yang tak terlupakan oleh para pendduk Sosogan, Rejosarri, Gondangrejo, Karanganyar. Betapa tidak, hari itu bisa jadi sebuah hari yang bersejarah. karena sudah hampir 7 tahun lebih di kampung Sosogan tidak mengadakan lomba 17an Agustus dalam rangka ,e,peringati hari kemerdekaan yang biasanya sudah jadi hal wajib bagi masyarakat Indonesia untuk merayakanya.
Sosogan adalah sebuah kedukuhan yang bertempat di kelurahan Rejosari, kexcamatan Gondangrejo, Kabupaten Karangayar. Bersebelaha dengan kabupaten Sragen di bagian utara, Sosogan menjadi salah satu kedukuhan di kabupaten Karanganyar yang berada di ujung daerah kabupaten. Walaupun demikian Sosogan masih tetap bisa berkembang dengan perjuangan dan juga kekompakan dari para penduduk sosogan yang sangant harmonis.
17 Agustus 2013 dukuh Sosogan menjadi pusat perhatian oleh desa - desa sekitar. Pada hari itu terasa sangat ramai sekali sosogan, ramai oleh canda tawa riang oleh orang - orang yang sedang berkumpul di lapangan sosogan yang baru saja di renovasi oleh para pemuda sosogan. Lapangan denagn kapasitas 200.000 penonton ini akhirnya rampung pengerjaanya dengan menghabiskan biaya yang cukup vantastis, Rp 20000(tuku es batu ning ngone yasir). akhirnya masyarakat sosogan bisa menikmati lapangan ini.
Acara 17an ini digawangi oleh para pemuda dengan kualitas yang mumpuni di bidangnya masing - masing, sehingga acara mampu berjalan dengan sangat lancar. Diawali dengan persiapan lomba bakiak dan joget untuk bapak - bapak, lomba ini menjadi salah satu lomba yang sangat diminati oleh para bapak - bapak dan ibu - ibu. disamping mereka bisa mendapatkan hadiah jika menang, ini juga sebagai ajang mengeluarkan kreatifitas gerak tubuh yang selama ini terpendam. Dari pada ikut IMB mending ikut lomba joget "ungkap richard"(bukan nama sebenarnya). Tapi yang paling penting dari acara ini adalah semua bahagia...smile.
Setelah 3 hari berturt - turt tanpa henti tanpa jeda, dengan perjuangan yang tidak henti - henti. akhirnya acara 17an Agustus di kam[ung Sosogan ditutup dengan perayaan malam puncak. yaitu pembagian hadiah kepada para pemenang. Lagi - lagi Sosogan berhasil membuat geger desa- desa tetangga dengan kemeriahan acatra malam itu. Walau dengan biaya yang sangat minim tapi para pemuda dan pemudi Sosogan mampu untuk membuat sebuah acara yang masih kalah dengan acara sekelas olimpiade, AFC, Piala dunia dll.
Acara malam itu di isi oleh artis - artis dalam negeri. mereka saling beradu kemampuan mereka baik acting, tarik suara, bhkan beat box(tapi g jadi).Apresiasi yang sngat besar diberikan kepada para pemuda - pemudi yang terlibat dalam acara ini. selamat dan sukses untuk kalian semua.
Semoga ini bukan menjadi yang terakhir, tetapi sebagai langkah awal untuk mencapai keberhasilan yang lain dan lain dan lain dan lainya lagi.






Komentar
Posting Komentar